Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Sunday, August 15, 2010

Parents

Salah satu perubahan yang harus dihadapi tapi sering kita hindari oleh pasangan yang sudah menikah adalah … perubahan hubungan dengan orang tua (baik ortu kita sendiri maupun ortu pasangan yang sekarang juga jadi ortu kita). Ini hal yang jarang dibicarakan karena kita tidak suka untuk membicarakan ini.



En kita ngga suka membicarakan ini, karena sedikit banyak ini akan menimbulkan terjadinya perbedaan pendapat, en di dalam budaya kita,

berbeda pendapat dengan ortu = tidak menghormati = anak tidak berbakti = kualat. *sigh …*

That’s why … we don’t like to talk about this. We try as much as we can to avoid perbedaan pendapat dengan orang tua kita. Tanpa kita sadar, bahwa dengan menghindari perbedaan pendapat maka tidak akan ada hubungan yang sehat. Yang ada hanya hubungan yang dangkal en cuman di permukaan saja.

Prinsip ini berlaku di semua hubungan. Kalo suami istri selalu menghindari perbedaan pendapat, berarti ada salah satu pihak yang terus menerus mengalah en itu cuman akan jadi bom waktu. Gue ngga selalu sependapat dengan Tepen. Banyak kali kita berbeda pendapat bahkan berseberangan. Namun di saat kita berbeda pun, kita selalu berusaha untuk mengingat bahwa, “I love you and I do honor you.” Pendapat kita bisa berbeda tapi aku tetep sayang kamu dan aku tetap menghormatimu. Bukan aku sayang kamu kalo kamu sama denganku, atau aku baru hormat sama kamu kalo kamu mengubah pandanganmu. Tapi kalopun kamu tetap tidak setuju, aku tetep sayang kamu. En sebagai istri, kalo dari perbedaan itu harus dibuat keputusan,maka I’ll honor and obey every decision that he make.

Jadi, mengasihi dan menghormati itu BERBEDA dengan SELALU SETUJU/SEPENDAPAT. Itu beda. Kita bisa TETAP mengasihi orang yang berbeda pendapat dengan kita. Dan kita bisa TIDAK MENGASIHI orang sekalipun kita SELALU SETUJU dengan dia. Coz kita setuju bukan karena itu dari hati kita tapi kita setuju karena kita takut ... Takut diomelin. Takut diomongin orang. Takut dicap anak durhaka. Takut dicap berbakti. Takut berdosa ...

Kasih itu sesuatu yang mengalir dari hati dan bukan keluar karena keterpaksaan.

“Tapi Grace … ortu kita kan belon tentu setuju dengan itu en mereka belon tentu punya pendapat yang sama dengan kita!”

Betul … guys. BETUL SEKALI … Belon tentu ortu kita setuju dengan hal ini.

Sangat mungkin ortu kita berpendapat bahwa menghormati = nurut 1000%. TITIK. :p

But kalo kita ikut-ikutan ngambek en berpikir bahwa ortu kita harus setuju sama kita baru kita mau hormat sama mereka, yah kita sama juga donkksss … :p That’s why we need God. We need God to build a bridge. A communication bridge with our parents. We absolutely need God.

Ketika ada perbedaan pendapat kita harus menyampaikan dengan tetap dengan hormat sambil berdoa supaya Tuhan sendiri yang membuka jalan. Gue sangat memegang ayat ini ketika gue berhubungan dengan orang-orang yang lebih senior dari gue

“Sama seperti TUHAN mengatur air sungai supaya mengalir menurut kehendak-Nya, begitu juga Ia membimbing pikiran raja.” Amsal 21 : 1 (BIS)

Yg versi NKJV lebih jelas lagi,The king's heart [is] in the hand of the LORD, [Like] the rivers of water; He turns it wherever He wishes.

Hati raja (hati orang tua, hati bos, hati atasan) itu semua ada di tangan Tuhan. Dan Tuhan sangup mengubahnya kemanapun Ia mau.

“Tapi Grace, orang tua gue belon Kristen!”

So what gitu loh?! :p Baca ayat di atas baik-baik. Ayat diatas tidak bicara, “Hati Raja Kristen ada di dalam tangan Tuhan.” Atau “Hati raja yang percaya kepada Tuhan ada di dalam tangan Tuhan.” Tapi “Hati raja ada di dalam tangan Tuhan.” Titik. Artinya, hati orang yang belon percaya pun, hati orang atheis pun ada di dalam tangan Tuhan!

Gue percaya Allah yang gue sembah itu bukan hanya Allahnya orang Kristen. Allah yang gue sembah tidak hanya berkuasa atas diri org Kristen. Tapi Allah yang gue sembah itu Allah pencipta langit dan bumi dan seluruh manusia.

Manusia bisa tidak mengakui Allah sebagai Allah. Tapi itu tidak merubah fakta bahwa Allah TETAP Allah yang menciptakan dia dan BERKUASA atas hidupnya. :)

So, gue percaya ketika ada perbedaan pendapat dengan orang tua, kalo kita berdoa dengan sungguh-sungguh, kalo itu emank rencana-Nya Tuhan bisa mengubah hati mereka. I’ve seen God made this verse alive for me few times when I was in China. Ketika gue berhadapan dgn orang-orang yang tidak percaya Tuhan itu ada, tapi Tuhan tetep bekerja melalui mereka. Itu lah yang membuat gue sangat percaya, Tuhan kita, itu Tuhan atas semua orang. Baik yang percaya pada-Nya Dia maupun tidak.

Oke balik lagi ke orang tua,Setelah menikah kita tetap harus menghormati orang tua, tapi ... kita tunduk suami kita. Bukan dibalik loh yaa ... so kita HORMAT pada ortu dan TUNDUK pada suami. demikian juga para suami, HORMAT pada ortu dan MENGASIHI istri.


sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/parents/428025192961

Saturday, August 14, 2010

One Team

Ini artikel cocok banget buat mereka yang sedang masuk masa pra-nikah. Sengaja dicopas ke blog ini supaya bisa jadi berkat untuk yang membacanya. Selamat membaca.

One Team, One Dream, One Journey

Judul ini gue dapet dari sebuah notes temen gue. En kalimat itu terngiang-ngiang di kepala gue en ternyata itu cocok banget ama pergumulan Tepen en gue seminggu terakhir. Seminggu ini kita bener-bener lagi ada dalam pergumulan yang berat en itu bertambah berat karena kita ngga sepakat.

Gue jadi ngerasa, oh ini toh yang namanya satu daging, one flesh. Ketika kita sepakat, itu rasanya permasalahan apa aja pasti bisa dijalani bersama, tapi ketika kta ngga sepakat, itu sama kayak org sakit. Ada yang ngga seimbang. Ada yang ngga beres di dalam tubuh kita. Kalo kita sepakat, sehati sepikir, itu bener yang Tuhan bilang berkat Tuhan itu akan tercurah dan melimpah. Coz kalo kita sepakat, ada kesehatian, itu artinya ada kekuatan, ada sukacita, ada penghiburan, ada belas kasihan, ada damai sejahtera. Pokoknya rasanya happy deh. Mau badai menerpa tetap bisa happy, kenapa? Karena kita hadapi bersama-sama. Kekuatan tuh jadi double. Semua yang Alkitab bilang itu benar. Gue juga jadi sangat ngalamin ayat ini

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri … Karena kalau mereka jatuh yang seorang mengangkat temannya … Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan” Pengkhotbah 4 : 9-12.

Itu semua bener banget. Pernikahan itu ngga hanya membawa sukacita, tapi membawa kekuatan. Urapan. Pengharapan. Pernikahan yang sepakat di dalam Tuhan itu kekuatannya luar biasa.
Tapi kalo ngga sepakat, padahal sebenernya kita sudah jadi satu, itu kayak ada musuh dalam selimut. Ngga uenaaakk pooolll!! Karena kita udeh menikah, en kita menyakiti pasangan kita, itu sama kayak kita menyakiti tubuh kita sendiri. Kita kehilangan suka cita, kehilangan damai sejahtera, mau ngapa2in males. Bener banget yang Tuhan Yesus bilang, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.”

Nah ketika gue bergumul dengan Tepen karena kami sepertinya punya dua impian yang bertolak belakang ada banyak pikiran yang muncul di otak gue. Salah satunya yang begini, “Kamu kan juga punya impian. Masak kamu ngalah terus?” Di saat-saat seperti itu, Tuhan mengingatkan gue kembali tentang panggilan gue. Tentang janji nikah gue. Dan Tuhan membukakan satu hal yang baru buat gue. Selama ini, gue berpikir Tepen itu yah suami gue, soulmate gue, bestfriend gue. That’s it. Nah ketika gue baca notesnya temen gue itu, gue ngerasa jedeeeerr pas baca kalimat, One Team, One Dream, One Journey. Seolah-olah Roh Kudus tuh bicara dalam hati gue, “Nik, kamu sama Tepen itu yah one team. Kalian itu one family, one team, one Father, one destination (Heaven), karena itu kalian juga punya one dream …” Gue ngga pernah sebelumnya berpikir Tepen itu my teammate.

Kita emank serumah, sekamar,seranjang, tapi ngga pernah ada kepikir kita juga satu team di dalam Tuhan. Lah kalo kita satu team, kita satu tujuan, maka kita juga punya satu impian. So semestinya gue ngga berpikir, ini impian tepen, ini impian gue! Kalo Impian Tepen tercapai, impian gue ngga tercapai. I can’t think like that anymore … because now we’re one team in Christ. Impian Tepen yah impian gue. Gue ngga bilang itu artinya ce ngga boleh punya impian sama sekali en cuman nemplok sama impian suaminya! Bukan begitu. Tapi ketika ada impian yang tidak tercapai, atau impian kita berbeda satu sama laen, kita jangan langsung judge, wah berarti cuman impian loe yg tercapai en impian gue kagak. Trus jadi bĂȘte. Tapi kita mesti liat the bigger picture! Bahwa setelah kita menikah, impian kita bukan lagi impian individu, tapi menjadi impian keluarga kita. En ketika impian salah satu dari kita tercapai, we should rejoice!!

Setelah gue share tentang hal ini ama Tepen, trus kami berdua jadi berpikir utk membuat Mission Statement Halim’s Family. :p Sampe saat ini dua ini yang ada di dalam pikiran kami, 1. We’re a bible-believing family and our goal is to become a Godly family that will glorify God’s name. “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN”, Yosua 24 : 15 2. As a Christian, our main mission is The Great Commission (Amanat Agung) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28 : 19-20.

Kami berdua sepakat, kalo nanti udeh punya anak, yang bakal jadi harapan kami berdua bukan mereka jadi anak baik, nurut, mudah diatur, bahagia selalu, sehat senantiasa dan makmur aman damai sentosa!! Kami rindu mendidik mereka bukan supaya mereka jadi sukses, kaya dan punya landed-house, tapi supaya mereka bisa jadi saksi Kristus yang siap memenuhi Amanat Agung. That’s our dream …

*** Be, kagak sia-sia emank bergumul bersama Engkau. :p At the end, selalu dapet lebih banyak berkat daripada sebelumnya. Hahaha. Jalan masih panjang dan belon keliatan ujungnya, tapi selama ada Kau di tengah kami, pasti selalu ada jalan :)


sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/one-team/427047382961

Friday, August 13, 2010

Sebuah Mimpi, Sebuah Pengharapan Kekal

Guys, gue lagi baca ulang buku, "Tuhan Mengapa Aku Harus ke China?". Hehehe. Kenapa baca ulang? Yah karena sekarang lagi down, en membaca buku itu mengingatkan gue akan masa-masa yang udeh gue lalui dengan Dia, dan gue masih idup sampe sekarang. Hehehe. Mengingatkan kembali pelajaran-pelajaran yang pernah gue dapet dulu, mereview kembali, sudahkah gue mempratekkan apa yang Tuhan kasih tau? En sewaktu baca itu, gue diingatkan kembali akan sebuah mimpi yang gue dapat ketika gue lagi down berat.

***

Waktu itu gue lagi dalam pergumulan berat juga en gue marah sama Tuhan. :p Lalu malemnya gue bermimpi. Mimpinya jelas sekali. Gue ngimpi lagi ngeliat pertandingan golf. Lalu ada seorang gadis yang kebagian giliran mukul bola. Dia pukul bolanya en bola itu terbang jauuuhh. Gadis itu cari-cari bolanya tapi kok ngga ketemu.Tapi dia ngga putus asa, dia cariii terus bolanya sampe masuk hutan, sampe bajunya yang tadinya bagus jadi kotor dan compang camping. Kegores dahan. Pokoknya dia setengah mati deh. Bolanya tetep ngga ketemu. Dia teruss berjalan sambil cari bolanya. Sampai dia tiba di daerah green.

Begitu gadis itu menjejakkan kakinya ke daerah green, tiba-tiba ada tepuk tangan yang sangat gemuruh menyambut dia. Tepuk tangannya kenceng sekali. Semua orang berdiri kasih applause sama dia. Ternyata, bolanya itu hole in one. Sekali pukul masuk *pantes dicari-cari ampe tua juga tuh bola kagak ketemuuu!!* :p

Gadis itu kaget trus dia nangis. En tiba-tiba bajunya yang tadinya udeh jelek dan compang camping diganti dengan kebaya putih yang baguusssss bgt en dia dapet hadiah emas bongkahan banyak sekali. Ada yang gede ada yang kecil. Ia sama sekali ngga pernah menyangka bahwa di balik penderitaannya, dia akan menerima kemuliaan yang sebesar itu.

Waktu itu gue denger ada suara yang bilang sama gue, "Gadis ini nggak pernah tau apa yang menantinya di balik semua masalahnya." Lalu gue terbangun ...

***

Mimpi gue itu udeh lama sekali. Tapi gue inget dengan jelas. En pesannya juga terngiang-ngiang. Gadis itu ngga pernah tau apa yang menantinya di balik semua masalahnya ...:D She didn't know ... Tapi sekalipun dia ngga tau, dia tetap berjalan dan tetap setia sampai akhirnya ia tiba di garis finis dan menerima semua bagian yang sudah ditentukan untuknya. :)

Gue jadi inget 1 ayat
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." 2 kor 4 : 17

Guys, kalo ada di antara kalian yang sedang bergumul, pusink, kecewa, bingung, don't give up ... terus maju dalam Tuhan. Ada kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya yang sedang menunggu orang-orang yang setia sampai akhir. :)

Terakhir ada 1 video clip yang bagus bgt. :)

http://donghaeng.net/english/flash/flash22.htm

en my fave ...

http://donghaeng.net/english/flash/flash25.htm



sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/sebuah-mimpi-sebuah-pengharapan-kekal/425497512961

Thursday, August 12, 2010

Menjadi Satu

Kemaren itu hari yang luar biasa. Luar biasa menguras gue secara emosional. Malem2, gue ngga tahan en nangis habis-habisan di hadapan Tuhan. Ah, udeh lama banget rasanya gue ngga dihajar seperti ini ama Tuhan. :p Dulu pas masih di China, pengalaman segini mah makanan tiap semester. :p Dihajar, dipepet, harapan putus impian kandas itu sudah beberapa kali hahaha. Gue bener-bener ngalamin apa yang tertulis di Hosea 2 : 1-16.

Semua hal yang gue andalkan diambil dari gue sampe akhirnya gue ngerti bahwa Tuhanlah suami gue. Itu pengalaman yang menyakitkan ketika dijalani tapi sungguh buahnya manis sekali. :)) Gue ngga akan lupa betapa Tuhan begitu peduli dan memanjakan gue selama proses itu berlangsung. Sampe akhirnya, gue merasakan Kidung Agung 8 : 5,

"Who is this coming up from the wilderness, Leaning upon her beloved?"

Gue keluar dari padang gurun sambil bersandar kepada Dia. :)) Yang pengalaman di padang gurun yang merenggut semua akhirnya menyisakan hanya apa yang kekal dan paling berharga, Yesus.

Kali ini, pertama kalinya setelah kita menikah, Tuhan membawa Tepen en gue masuk ke dalam padang gurun. Dan haiizzz ... setelah menikah prosesnya lebih berat. :p Sewaktu masih single, ketika gue merasakan masa ujian itu datang, gue cukup datang kepada Bapa, duduk di bawah kaki-Nya, baca Firman, doa, nangis, and talk to Him almost every second (well, now you see why God allowed that happened!!! :p Ujian-ujian itu membuat gue nempeeelll sama Tuhan!). And it's only between me and Him. We talk and talk and talk. And once I understood His heart, ketika gue ngerti maksud-Nya, setelah gue belajar semua yang harus gue pelajari,zzziiuuuppp ... masalah itu Tuhan angkat. :D and we danced and celebrated together!

Tapi sekarang, kita harus menghadapinya bertiga. And erhm ... it's more complicated than before!!

Di satu sisi gue excited, I know His heart. Rencana Tuhan pasti baik dan luar biasa. Dan ketika Dia membawa kami berdua ke sisi yang lebih sulit maka itu artinya Dia ingin menambah berkat dalam hubungan pernikahan kami. Tapi di sisi laen, aduh Tuhan, ujiannya harus yang begini kah?

En ada 1 hal yang baru gue pelajari saat ini, kesatuan antar suami istri itu sangat penting. Ketika badai menerpa di luar, tapi kita berdua kompak, everything is okay. Tapi ketika kita berdua tidak sehati, waduh ... rasanya amit-amit. Mungkin ini yang menyebabkan banyak suami istri makin lama kehidupan pernikahannya makin renggang ... karena ngga ada kesehatian. Dan kalo mo jujur, kesehatian itu berarti kerja keras dari kedua belah pihak. Kesehatian juga artinya kita berdiri di atas dasar yang sama, Firman Tuhan. Sama-sama meletakkan semua impian di bawah kaki Tuhan.

Tuhan, aku bersyukur untuk ujian ini. *wink wink ...* Kau pengen kami lulus kan Tuhan?!! :p

"Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." Ibrani 12 : 5-6, 11.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/menjadi-satu/425421022961

Wednesday, August 11, 2010

Batasan dalam Pacaran

Ini sepertinya pertanyaan wajib dalam session LSD (Love Sex Dating). Gue dah ikut sesi LSD dari sejak kelas 2 SMP. Itung-itung dah lebih dari 5-6 kali gue ikutan sesi LSD. En pastiii deeeh ada pertanyaan ini!! Mulai dari gue di Jakarta, Surabaya, balik Jakarta lagi, sampe di China pun, ini pertanyaan wajib keluar.

Ada banyak jawaban yang diberikan. Tapi sejujurnya ngga ada satu jawaban pun yang memuaskan gue en memuaskan para penanya. :p Kenapa? Karena buktinya tiap tahun pertanyaan itu keluar lagi dan lagi dan lagi!!

Menurut gue, pertanyaan itu salah. Karena pertanyaannya salah ngga heran kalo jawabannya tidak menyelesaikan masalah.

Kenapa menurut gue pertanyaan itu salah?!

Tata bahasa dari pertanyaan itu bener sih (wekekeke. Dasar guru bahasa :p), tapi MOTIVASI di balik pertanyaan itu yang salah. Kenapa gue ampe berani bilang itu salah?

Jawab dengan jujur guys, kenapa pertanyaan itu selalu muncul di benak kita? Karena kita ... pengen bermain-main sedekat mungkin dengan jurang dosa, Kita pengen bermain-main dengan dosa tapi kita MENOLAK untuk dikatakan berdosa (padahal emank kita dosa).

Contohnya. Kalo ada pembicara yang bilang, "Oh batasan dalam pacaran ngga boleh sampe intercourse atau berhubungan seks!!"

Kita bilang, "Okay. Kita ngga sampe intercourse. Cuman petting aja. Ngga sampe masuk kok. Ngga dosa kan?!"

Lalu batasannya diperketat, "Petting juga ngga boleh. Ngga boleh sampe buka baju!!"

Kita bilan lagi, "Okay, kita ngga buka baju. Tangan aja yang masuk. Baju ngga kebuka. Ngga dosa donks!"

*nah loh ... mau bilang apa guys?!?! :p*

Kalo dibilang, "Ngga boleh cium bibir."

Kita bilang, "Okay, ngga cium bibir. Cuman cium tangan, cium leher, cium kuping, cium mata, dan cium-cium yang laen. Yang penting ngga cium bibir kan?! Gue ngga cium bibir. Ngga dosa donks! Boleh donkss ...."

Guys, kata temen gue, maling itu biasanya lebih pinter daripada polisi. Kita anak muda, punya segudang alasan buat ‘mengakali’ peraturan-peraturan yang ada. Akui aja, kita tuh paling pinter buat cari-cari celah untuk tetap melakuka dosa, tapi ngga keliatan dosa. Dulu tuh ye, gue paling pinter cari alasan buat hal-hal begini.

Waktu gue pacaran ama mantan gue, gue tetapin peraturan. Kalo duduk jaraknya mesti 2 tegel. Nah loh. Tapi tetep aje, gue bisa berdosa dalam batasan-batasan gue. Gue sih ngga ngelanggar tapi akal kadal gue nemuin celah-celah dari batasan itu en gue pakelah celah-celah itu buat memuaskan hawa nafsu gue.

So guys, menurut gue, pertanyaan itu salah karena sebagian besar motivasi dari penanya (baca : kita) adalah mencari kesempatan untuk berbuat dosa. Kalo kita ngomongin batasan, dibikin batasan seketat apapunnnn kita tetep bisa mencuri-curi kesempatan kok. Kayak gue dulu. “biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar. Engkau yang menguji hati dan batin orang ya Allah yang adil” (Amsal 7 : 9) Guys, Tuhan tuh ngga liat peraturan kita. Tuhan liat hati kita … Tuhan menguji hati bukan menguji peraturan. “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 21 : 2).

Kita mungkin mengira banyaknya peraturan kita, ketatnya batasan kita itu yang membuat kita kudus di hadapan Tuhan. Nope. Yang membuat kita kudus di hadapan-Nya itu cuman darah anak-Nya yang kudus dan menyucikan kita. Yang bisa menjaga kita tetap kudus itu cuman Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Karena itu semestinya pertanyaan kita bukan, “Apa batasannya?”, tapi “Kalo gue begini apakah Babe senang?”, “Kalo gue lakukan ini/ kalo gue membiarkan pacar gue melakukan ini, apakah Yesus yang sudah mati buat kita tersenyum?” Orientasi kita bukan lagi peraturan, batasan, boleh tidak boleh, tapi apakah ini menyenangkan hati Tuhan? Mungkin yang lebih konkrit, sebelon kita melakukan sesuatu dengan pacar kita, coba bayangkan dulu. Kalo di ruangan itu ada ortu kalian dan ada camer alias calon mertua kalian, berani ngga kalian lakukan itu?!?! Kalo tidak, berarti jangan dilakukan!! :p Loh Grace, ntar jaddii jaimmm dan kaku banget donkss.

Guys, gue termasuk org yg percaya bahwa keintiman fisik itu seharusnya seimbang dengan tingkat komitmen. Kita mulai cium jidat dan cium pipi setelah kita tunangan. Hugging, erh sangat jarang. Gals (ce-ce perhatikan yah), buat kita, hugging atau memeluk itu suatu tindakan yang tidak erotis. Betul tidak? :p Kita biasa peluk sana sini. Tapi tanpa kita sadari, bagi pacar kita, itu bisa jadi sangat erotis. Kenapa? Coz ketika kita memeluk dia, bagian dada kita nempelll … So be careful with this. Apa yang buat kita ngga papa belon tentu okay buat pacar kita. Setelah menikah guys, loe bisa lakukan sepuasnya deh. You have a lifetime to kiss, to hugz and to do whatever you want to do with your husband/wife! Malah Tuhan akan MEMERINTAHKAN loe utk berhubungan seks setelah loe menikah!! : p

So, waktu pacaran yang cuman beberapa bulan-tahun itu ngga ada apa-apanya dibanding dengan berkat yang Tuhan mau kasih setelah kalian menikah. So guys, save the best for your marriage. Jangan kompromi.. don’t … Please don’t … Jangan main-main dengan dosa. Jangan bertanya, batasannya apa? Tapi tanyalah, kalo gue begini, ini menyenangkan Tuhan atau tidak? Akankah gue berani melakukan ini kalo Tuhan Yesus, Allah Bapa dan seluruh surga melihatnya? Akankah gue berani melakukan ini kalo ortunya en ortu gue ada di sini?


sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/batasan-dalam-pacaran/423289432961