Sunday, December 27, 2009

New Year Resolution : Between Hope & Hopeless

Natal 25 Desember telah berlalu. Pelan-pelan kita sedang bergerak ke momen perayaan tahun baru 1 Januari nanti. Tak terasa 1 tahun hidup ini sudah kita lewati. Bagaimana dengan resolusi-resolusi yang kita buat di malam tahun baru lalu, banyak yang tercapai atau justru malah sebaliknya hanya sekedar 'resolusi' yang tercatat di kertas dan di ingatan kita saja ?

Apa yang kita rasakan tahun lalu ketika kita menyusun resolusi demi resolusi untuk tahun 2009 ini ? Kegembiraan dan sukacita ? kehampaan & keputus-asaan kah? Ketidakpastian ?
Apa resolusi-resolusi yang sudah kita tulis di malam tahun baru kemarin ? Suatu harapan akan perubahan kehidupan diri yang lebih baik ? Cita-cita yang belum tergapai kah ? Perbaikan relasi, perekonomian ? Atau, mungkin tidak ada resolusi yang kita tetapkan untuk dicapai tahun 2009 ini. Mengalir sajalah pokoknya..

Whatever they are, itulah resolusi. Sesuatu yang kita gumulkan & inginkan untuk dicapai dalam satu tahun ke depan. Setiap orang punya harapan dan cita-cita. Setiap orang punya keinginan yang ingin diraih. Ini semuanya ditulis dan dikemas dalam sesuatu hal yang disebut resolusi-tahun-baru. Resolusi-resolusi yang nantinya menjaga kita "keep-on-the-right-track" selama 1 tahun ke depan.

Masih ingatkah dengan resolusi-resolusi yang kamu buat di malam tahun baru kemarin ? Saya masih. Masih teringat bagaimana cemas & gentarnya hati ini ketika akan bersua dengan tahun 2009. Tahun dimana banyak orang berkata bahwa tahun 2009 ini penuh dengan spekulasi-spekulasi yang imaginatif, krisis ekonomi moneter yang besar-besaran, krisis sosial & politik yang bagaikan bom waktu yang siap meledak di tahun 2009 ini. Benar-benar bukan tahun yang baik dan menyenangkan.

Penggangguran, krisis ekonomi, ketidakpastian, hidup yang semakin sulit telah membayangi kita di awal tahun 2009 ini. Rasa cemas dan khawatir telah mencengkeram kita begitu dalam dengan ketidakpastian yang kita miliki. Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi di tahun 2009 ini.

Saya sendiri cemas dan khawatir memikirkan nasib skripsi yang masih harus banyak dikerjakan di sana-sini, belum lagi nanti sidang skripsi ini bisa lolos atau tidak, belum abis itu mikirin tentang pekerjaan ke depan, belum ditambah mikirin keluarga yang lagi bermasalah, nasib gereja & pelayanan ke depan.. fiuh nampaknya begitu banyak yang dikhawatirkan dan semuanya masih di resolusi akhir tahun.

Hari berganti hari, tak terasa saya sudah melewati masa-masa skripsi-sidang & wisuda. Skripsi selesai tepat waktu dan sidang pun terjawab dengan kelulusan yang baik. Bulan berganti bulan, tak terasa kini saya sudah berkerja di tempat yang saya pikir cukup baik untuk jadi milestone ke depan. Ketakutan dan kecemasan yang sempat menghantui di awal tahun 2009 terjawab satu demi satu, perlahan namun memperlihatkan suatu untaian proses kehidupan yang indah.

Memang benar manusia tidak bisa memprediksi akan hari depannya akan seperti apa. Penuh tanda tanya dan ketidakpastian, makanya ga heran kalo banyak orang yang pergi ke tukang ramal atau membaca ramalan lewat kartu tarot, garis tangan atau zodiak yang ada di majalah-majalah. Nampaknya lebih aman dan nyaman ketika seorang 'saya'sudah mengetahui apa yang akan terjadi di depannya nanti, sehingga bisa mempersiapkan diri atau mungkin mencegah agar yang terjadi adalah hal-hal yang 'baik' saja. Dengan ramalan, kita bisa 'mengintip' kehidupan di masa depan. Ini bukan sesuatu hal yang baik & mencerminkan bahwa kita tidak berserah pada Tuhan, tapi pada kekuatan diri sendiri.

Kalo kita mau sejenak merenungkan apa yang sudah terjadi selama tahun 2009 ini, dari awal ketika kita membuat resolusi-resolusi hingga bentar lagi kita akan menjemput tahun yang baru 2010, maka kita akan menemukan suatu fakta yang mencengangkan. Apa itu ? Ternyata dari semua hal yang kita takutkan & khawatirkan akan terjadi selama setahun ini, tidak sampai 10% yang benar-benar terjadi dalam kehidupan real kita. Sisanya? Cuma ada di dalam bayang-bayang dan imajinasi liar kita semata. Luar biasa bukan ?

4 hari lagi, kita akan berada di penghujung tahun 2009 ini. Saya pikir ada baiknya kita duduk diam & merenungkan apa yang sudah terjadi selama ini. Entah itu hal-hal yang kita sebut 'baik' ataukah 'tidak-baik'. Coba kita hitung berkat-berkat yang sudah Tuhan berikan sepanjang tahun 2009. Sederhana saja, mulai dari hal-hal yang kecil - yang mungkin kita sering lupakan, hingga hal-hal luar biasa yang kita sebut sebagai suatu 'keajaiban'. Hitung itu semua dan tuliskan di kertas kosong dan LIHAT betapa selama tahun 2009 ini kita boleh dipelihara oleh Tangan yang Tak Terlihat tersebut. Tuhan yang tak terlihat, Tuhan yang menyertai kita melalui apa yang dapat kita lihat : baik sekarang maupun yang akan datang.

Mengucap syukurlah untuk keluarga yang masih Tuhan jaga dan pelihara, untuk kakak, adik, papa, mama yang boleh ada bersama-sama dengan kita. Mengucap syukurlah untuk istri/suami yang boleh setia mendampingi kita sepanjang tahun 2009 dalam suka maupun duka. Untuk anak-anak yang Tuhan boleh berikan hadir dalam kehidupan kita.

Mengucap syukurlah untuk pekerjaan dan usaha yang masih dipercayakan pada kita karena ada banyak orang yang tidak mendapatkan pekerjaan di luar sana. Mengucapkan syukur untuk setiap tugas,proyek, kerjaan yang dipercayakan atasan pada kita, itulah bukti kita masih dipercaya oleh mereka.

Mengucap syukurlah untuk kesehatan yang ada pada dirimu. Ada banyak orang yang harus diamputasi karena diabetes, ada beberapa orang yang demi menhirup udara segar harus merogoh sejumlah besar uang - hanya untuk bertahan hidup. Ada banyak orang yang tahu dan sudah diprediksikan bahwa umurnya tak akan lama lagi.. Entah ada berapa banyak orang yang tidur di malam tahun baru dan tak dapat membuka matanya lagi serta melihat indahnya mentari di pagi hari 1 Januari 2010.

Saya pikir ada banyak hal yang layak dan pantas kita syukuri, jika kita benar-benar mau merenung dengan bijak tentunya. Terlalu sering melihat 'ke atas' membuat kita begitu sulit bersyukur & berterimakasih, malam tahun baru nanti ada baiknya kita melihat 'ke bawah' sejenak..

Selamat membuat resolusi di malam tahun baru nanti, semoga kita dapat tersenyum dan bersyukur ketika merenungkan resolusi-resolusi ini di malam tahun baru 31 Desember 2010.

May God be with us.
Regards,


Robert

4 comments:

Anonymous said...

Still SXGA (1280x1024) for next year. Hopefully reach HD1080 or WUXGA the year after.

My said...

nice post, bet...
banyak hal sekitar kita yg perlu disyukuri. tapi kita lebih suka melihat ke atas daripada bersyukur.
met beresolusi u/ th 2010 ini.

Robert said...

@Anonymous : I know who you are.. hehe.. work and earn some money from that to buy what u want :P

@My : Thx for comment sis :P

herikurniawan said...

Ko, aku comot buat Talenta Reborn yah..
=)