Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, August 19, 2010

Negara Terkaya di Dunia

Masih dalam rangka memperingati ke'merdeka'an Indonesia ke-65, tanpa sengaja saya menemukan artikel ini. Sungguh artikel yang membuat kita seharusnya banyak berdoa, bersyukur, berhenti untuk menertawakan negeri sendiri dan mulai berpikir "Apa yang bisa saya lakukan untuk negeri ini". Selamat membaca. Selamat berpikir. Selamat berdoa.

=====================================================================================

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

Inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.

baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.


Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas. yang mau bantu saya menghitung nilai tersebut saya persilahkan! hitunglah sendiri dan anda akan tercengang dengan nilainya

lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana.

bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi nakal, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.


2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.



Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.


letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu maka bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Luatan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.


Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.


6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.


Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.


Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?



Sebagai rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.


"Indonesia tanah air beta
disana tempat lahir beta,
dibuai dibesarkan bunda,
Tempat berlindung di hari Tua...
Hingga nanti menutup mata"

Memperingati HUT RI ke 65 Tahun
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010


=====================================================================================

sumber : http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html

Monday, August 16, 2010

KEMERDEKAAN !!!

17 Agustus 2010, Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaannya yang ke-65. Tentunya, selama 65 tahun perjalanan bangsa ini, ada banyak tantangan dan hambatan yang telah dihadapi dan masih banyak tantangan ke depannya yang akan dihadapi. dalam rangkain berita di Harian Kompas, terlihat bagaimana pergumulan 65 tahun bangsa ini merajut kemerdekaannya.

Dalam menyambut 17 Agustus ini, mungkin di kantor-kantor, di sekolah-sekolah dan di tempat lainnya akan memperingati hari kemerdekaan ini dengan mengadakan upacara bendera. Apakah anda masih mengingat waktu Protokol Upacara membacakan susunan upacara, apakah anda masih mengingat pembukaan UUD 1945 yang selalu dibacakan? Apakah anda masih teringat lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan pada saat mengibarkan Sang Saka Merah Putih? Apakah anda masih mengingat panas yang begitu menyengat pada saat upacara? Sudah berapa lamakah anda tidak mengikuti upacara seperti ini?

Saya percaya tiap upacara yang pernah anda ikuti, pasti meninggalkan kesan pribadi bagi diri anda. Mungkin anda akan teringat betapa malasnya ikut upacara ketika masih duduk di bangku sekolah, atau mungkin hati anda bergetar dan merasakan bahwa anda mengakui dengan sungguh-sungguh bahwa Indonesia adalah bangsa dan negara anda, sekalipun anda melihat masih banyak kekurangan dan kejelekan yang ada padabangsa kita ini. Mungkin anda menyanyikan lagu-lagu kebangsaan itu dengan sungguh-sungguh. anda menghayati setiap kata yang terdapat di dalamnya semengat nasionalisme anda terbakar ketika menyanyikannya. Mungkin anda mengikuti jalannya upacara dengan bangga karena anda menjadi salah satu bagian dari bangsa ini. Ya, memang itulah yang harus ada dalam diri kita. Perasaan bangga menjadi salah satu warga negara dari suatu bangsa yang telah merdeka dan yang berdaulat penuh.

Melihat kondisi bangsa kita sekarang ini, dengan begitu maraknya kasus-kasus sosial, ledakan elpiji, pertikaian yang berbau SARA, ketidakmampuan pemerintah menegakkan hukum dan memberikan rasa aman pada masyarakat, Kekurangsigapan pemerintah menaggulangi masalah KKN, masalah lingkungan hidup dari lumpur lapindo sampai tumpahan minyak di lepas pantai kawasan NTT. Kasus terorisme dan gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertikaian dengan Malaysia. Masalah kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Begitu banyak masalah yang menimpa bangsa kita ini.

Mari kita bersama menyadari bahwa kita merupakan bangsa besar yang terdiri dari ribuan suku dan berbagai macam bahasa daerah yang membentuk kesatuan. Meskipun negara kita terdiri dari begitu banyak pulau yang terpisah-pisah, tidak menyebabkan halangan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kaya. Ya, Kesatuan. Itulah yang telah menjadi kunci, kunci yang membuat bangsa ini bebas dari cengkraman para penjajah. Kesadaran akan Kesatuan dan sebagai suatu bangsa yang kuat itulah, yang membuat para pahlawan berjuang dengan mengorbankan nyawa. Kesadaran bahwa hanya dengan bersatu, mengesampingkan perbedaan yang ada, pendapat pribadi, kepentingan golongan atau kelompok itulah yang menjadi dasar, yang diserukan para pendiri bangsa ini. Dan dalam perenunganku, rasa Kesatuan itulah yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi bangsa ini, rasa kesatuan itulah yang harus kita utamakan untuk menjadi bangsa yang bertanggug jawab akan kemerdekaan yang telah kita miliki selama 65 tahun ini. Yang menjadi halangan yaitu apa yang ada dalam diri pribadi setiap penduduk bangsa ini apabila mereka sudah membuang rasa kesatuan itu. Yang menjadi masalah adalah ketika setiap penduduk bangsa ini sudah mula imementingkan urusan pribadi, mementingkan urusan kelompok dan golongan masing-masing.

Lalu apakah kita puas dengan kondisi bangsa yang seperti itu? TIDAK!!, mari kita mulai melihat hal-hal yang baik yang ada pada bangsa ini bersyukurlah untuk apa yang telah dicapai tiap anak bangsa. Jika anda melihat kejelekan, doakanlah. Bertindaklah sebagai seorang warga negara yang baik. Kemerdekaan yang sudah kita terima sejak 65 tahun itu jangan disia-siakan.

Namun sebagai orang Kristen pertanyaan yang lebih penting adalah apakah anda sudah merdeka secara rohani? Kemerdekaan rohani sudah di tangan bila kita mempercayai Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita. 2 Korintus 3:17 mengatakan,"Sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana adaRoh Allah, di situ ada kemerdekaan." Menurut saya, jika seseorang belum dimerdekakan secara rohani, maka sulit bagi orang itu untuk ambil bagian dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Maka, selain mampu melihat kondisi dan pergumulan bagasa kita, mari kita juga harus mampu melihat apakah orang-orang yang mengurusi bangsa ini sudah merdeka secara pribadi. Sudahkah orang-orang yang mengurusi bangsa ini mengenal Sang Kebenaran yang sejati itu. Jika Indonesia ini menjadi gelap, dimanakah orang-orang Kristen di Indonesia? Dimanakah orang-orang yang seharusnya membawa terang? Dimanakah orang-orang yang berperan sebagai garam yang mencegah pembusukan? Dimanakah kita? Apa peran kita sebagai orang Kristen untuk bangsa ini?

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus mengatakan, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." (Gal 5:13). Layanilah seorang akan yang lain dengan kasih, itulah yang menjadi dasar bagi kita orang Kristen dalam mengisi kemerdekaan ini. Melayani dengan kasih, untuk berpartisipasi memperbaiki bangsa ini. Melayani dengan kasih, untuk terus memerdekakan jiwa-jiwa yang masih terbelenggu dosa. Melayani dengan kasih, untuk membawa orang lain dan Indonesia mengenal Sang Kebenaran itu.

Jadi, mari kita memiliki kebanggaan dan rasa syukur untuk Indonesia. Indonesia, negeri dimana Tuhan menempatkan kita untuk bersaksi bagiNYA. Negeri dimana Tuhan memanggil dan membuat rancangan yang indah bagi kita masing-masing. Negeri dimana kita diutus oleh Tuhan

MERDEKA!!!

Victor Prahara

Pintu Air, 16 Agusutus 2010

Friday, May 7, 2010

Ini bukan soal Sri Mulyani...

Barusan browsing di Facebook dan lihat ada artikel wacana yang cukup menarik dari seorang temannya teman jauh Ari Perdana. Artikel berikut adalah buah pikirannya yang sengaja saya ambil dari blognya langsung. Selamat Membaca. Ini persoalan momentum yang terlewatkan. Indonesia tidak akan kiamat. Ekonomi Indonesia tidak akan kolaps dengan dengan perginya Sri Mulyani. Hanya sekali lagi kita menyiakan momen untuk melakukan perbaikan ekonomi dan kelembagaan, atas nama ‘proses politik.’ Betul, kita ingin DPR yang kritis, yang bukan hanya tukang stempel seperti di era Orde Baru. Tapi bukan DPR seperti ini yang kita inginkan. Yang berlomba-lomba ingin tampil dan menunjukkan eksistensinya.

Proses Pansus dan sesudahnya telah menjadi ajang perburuan tukang sihir. Bukan pencarian kebenaran. Bahkan, ada tendensi untuk menjadi ajang penutupan kebenaran. Lihat saja ulah para anggota Pansus yang sekarang justru membela kawan mereka Misbakhun. Padahal terkuaknya ulah kontribusi Misbakhun dalam kejatuhan Bank Century adalah buah dari proses Pansus. Artinya, pengusutan hukum untuk Misbakhun adalah konsekuensi logis dari Pansus. Tapi Pansus justru menjilat ludah mereka sendiri.

Ini persoalan sinyal yang salah. Sri Mulyani memang eksepsional. Baik sebagai akademisi, birokrat maupun politisi. Namun bukan berarti ia tak tergantikan. Indonesia tidak kekurangan stok sumber daya manusia untuk menjadi Menkeu. Masalahnya, setelah berbagai perlakuan yang diterima Sri Mulyani, apakah yang mampu akan mau? Apakah yang mau adalah yang mampu?

Proses Pansus menunjukkan satu hal. Kalau anda pejabat yang harus mengambil keputusan penting dalam waktu singkat dan informasi terbatas, jangan lakukan apapun! Ekonomi mungkin anjlok. Tapi konsekuensi terjelek buat anda adalah reputasi. Dan itu bisa anda perbaiki dengan menyalahkan kapitalisme global, neoliberalisme, badan-badan internasional, hingga meteor. Tapi kalau anda mengambil keputusan yang perlu, risiko yang anda hadapi adalah proses politik, bahkan hukum.

Itu mungkin tak jadi masalah besar kalau anda punya atasan atau kekuatan politik di DPR yang mau seratus persen mendukung anda. Tapi kalau itupun tidak anda dapatkan, maka tidak ada artinya anda jadi orang yang pandai, bersih dan punya komitmen.

Di sisi lain, saya kuatir ini jadi sinyal buat para petualang politik bahwa bullying itu efektif. Kalau anda kalah dalam pemilu, kalau anda kurang pandai, atau kalau anda tidak suka pada seseorang – entah karena kepentingannya tidak sejalan dengan anda, atau bahkan bisa membahayakan posisi ekonomi dan politik anda – jangan kuatir. Anda bisa mem-bully orang itu hingga ia pergi.

Ironisnya, ada institusi lain yang bisa memberi apresiasi pada prestasi orang seperti Sri Mulyani. Salahkan kalau ia pindah ke tempat dimana ia bisa dihargai?

Kekuatiran saya yang lebih besar adalah di masa depan kita akan sulit mendapatkan orang-orang bersih, baik, berani, punya komitmen, dan bersedia jadi pejabat publik. Padahal kita selama ini bicara pentingnya institusi yang kokoh, kepemimpinan yang kuat dan sebagainya. Dan sekarang kita dihadapkan pada situasi mirip Hukum Gresham di abad-18: bad money drives out good money. Hanya dalam konteks sekarang, bad guys drive out good guys.

Ini persoalan akal sehat yang tercederai. Pansus Century yang didirikan dengan semangat perburuan tukang sihir adalah pelecehan terhadap akal sehat sejak awal. Orang-orang tanpa akal sehat lebih suka mendengar sesama orang tanpa akal sehat. Inilah yang terjadi. Mereka tekun mendengarkan narasumber yang sejalan dengan konstruksi logika yang mereka bangun. Mereka berikan waktu lebih banyak ketimbang narasumber lain yang berbeda pendapat. Lucunya, para ‘pakar’ ini berbeda pendapatnya dengan apa yang pernah mereka katakan soal krisis tahun 2008. Para anggota Pansus tidak peduli. Yang penting justifikasi telah mereka dapatkan.

Parahnya, hilangnya akal sehat ini diamplifikasi oleh media. Mereka berlomba-lomba memberikan waktu tayang buat komentator pro-Pansus. Sekacau apapun pernyataan mereka. Media sudah memvonis Sri Mulyani dan Boediono bersalah. Meski Pansus sendiri tidak pernah bisa membuktikan mereka bersalah.

Kembali akal sehat kita dicederai ketika berita rencana kepindahan Sri Mulyani ke posisi barunya di Washington, DC, beredar. Berterbaranlah ungkapan-ungkapan seperti ‘intervensi asing’, ‘akal-akalan SBY’ dan sebagainya. Bahkan teori-teori bermunculan, seperti ‘Bank Dunia suka dengan Sri Mulyani yang gemar berhutang’ dan sebagainya. Lupa bahwa rasio hutang justru turun di era Sri Mulyani. Ada juga yang berteriak, ‘Sri Mulyani tidak boleh pergi.’ Padahal baru beberapa bulan lalu ia diminta mundur, bahkan diboikot di Rapat Kerja DPR.

Lalu apa setelah ini? Sri Mulyani akan pergi. Selama ini ia menjadi ikon ‘pemersatu’ orang-orang berakal sehat, yang ingin melihat reformasi birokrasi berjalan, yang ingin melihat ekonomi Indonesia bangkit di atas fondasi kelembagaan yang kuat.

Kita tidak bisa berlama-lama meratapi keputusan ini. Pun kita tidak bisa terlalu lama menyerapahi mereka yang mendorong dan membiarkannya pergi. Jadikan ini sebagai anugerah: ternyata ada orang-orang yang berpikiran sama soal pembenahan institusi, reformasi birokrasi, antikorupsi dan pentingnya akal sehat. Sekarang kita harus membuktikan bahwa kita dipersatukan oleh gagasan, bukan figur. Figur boleh pergi, tapi gagasan tidak.

Tantangannya sekarang, bagaimana kita yang selama ini di belakang Sri Mulyani bisa tetap solid dan konsisten menyuarakan yang selama ini kita suarakan. Jangan berikan ruang buat para oportunis politik kembali membajak wacana dan agenda. Ada beberapa isu penting yang butuh kita perhatikan ke depan:

1. Penunjukkan Menkeu baru. Siapa saja calonnya, bagaimana rekam jejaknya, dan siapa yang mencalonkan.
2. Tetap menjaga optimisme bahwa Indonesia tak akan runtuh tanpa Sri Mulyani. Tapi kita semua yang perlu menjaga agar reformasi birokrasi dan penguatan institusi yang sudah dilakukan bisa berlanjut.
3. Menyuarakan supaya proses political bullying tidak ada lagi. Dan menjaga agar Wapres Boediono, pengganti Sri Mulyani, dan pimpinan KPK tidak jadi sasaran political bullying.
4. Mengkampanyekan delegitimasi untuk partai-partai dan anggota DPR yang selama ini membuat keruh suhu politik, agar suara mereka di 2014 tergerus, kalau bisa hilang.

Sekali lagi, ini bukan persoalan Sri Mulyani. Ini persoalan apakah akal sehat masih ada.