Saturday, May 21, 2011

Mama, Malaikat Kecil Tuhan di Bumi

Jika ada yang bertanya kepadaku, "Apa yang paling kamu syukuri sepanjang hidupmu ?" Maka tanpa ragu aku akan menjawabnya "Aku sangat bersyukur untuk Mama, malaikat kecil Tuhan yang ditempatkanNya bersamaku di bumi ini". Klise kah ? Tidak. Ini sungguh suatu ungkapan yang jujur & tulus atas segala apa yang sudah beliau lakukan selama ini.

Aku jadi teringat lembaran masa kecilku,

Aku bersyukur untuk kesetiaan mama, tidak hanya di saat aku sehat, tetapi terutama ketika aku terbaring. Dia, mama, selalu setia menemani & merawat. Tak jarang ia mengorbankan waktu tidurnya karena terlalu mengkhawatirkanku. Dia, orang pertama yang aku lihat ketika aku bangun tidur...

Takkan kulupa kesabarannya menghadapiku si anak bandel ini. Disuruh makan malah mondar-mandir, sibuk main mainan dan lama mengunyah makanan pula. Namun mama dengan senyumnya & lembutnya tetap menyuapkan sendok demi sendok nasi ke dalam mulutku yang sibuk ini. Tak jarang, makanan tersebut tumpah, tak jarang aku ngamuk dan memuntahkan makanan di dalam mulutku. Dengan penuh kesabaran dia membersihkan mulutku kemudian membersihkan sisa makanan di lantai. Saat itu kuingat mama sedang sibuk, tapi tetap saja ia begitu sabar.

Ketika aku merengek-rengek minta mainan yang aku lihat di toko-toko mainan, ia tidak segera membelikannya. Ia mengelus kepalaku dengan lembut dan mencoba memberi pengertian bahwa mainan itu tidak terlalu kubutuhkan. Mama mengajarkan aku sejak kecil untuk tidak menghambur-hamburkan uang demi sesuatu yang tidak penting. Belilah barang yang penting & dibutuhkan, demikian katanya menghiburku. Aku yang waktu itu masih kecil, marah, nangis sekeras-kerasnya dan 'ngambek'. Bisa kubayangkan bagaimana perasaannya melihatku seperti itu dan dilihat oleh orang-orang sekitar. Marah ? Wajar, menurutku. Memukulku ? Tidak, sama sekali tidak. Ia selalu tahu bagaimana membuat aku menjadi diam & tersenyum kembali.

Ketika aku kedinginan, dia orang pertama yang memberikan selimut, kaos kaki bahkan jika semua itu tak ada, tidak usah diragukan lagi ia pasti memelukku seerat-eratnya. Tidak dipikirkannya dirinya, yang penting adalah bagaimana anak-anaknya merasa hangat. Itu ibuku.

Ketika kami makan bersama di rumah ataupun rumah makan, mama adalah orang yang makannya paling sedikit. Jika masakan di rumah tinggal sedikit, tak jarang beliau makan begitu sedikit dan menyisakan kami cukup banyak. "Yang penting kalian (Robert, Agustine, Calvin) makan bisa kenyang, mama makan sedikit juga ga pa2" Ia juga rajin kupas ikan, udang, dan hewan-hewan lain untuk keluarganya. Tidak takut tangannya kotor atau berminyak. Beberapa kali hanya makan dengan kuah dan sisa makanan yang ada. Bukan tipe yang suka milih-milih makanan. Itulah ibuku.

Ketika aku mulai masuk Taman Kanak-Kanak (TK), dia selalu setia mengantar & menungguku hingga selesai kelas. Dengan perlahan ia menggandeng tanganku. Terlihat semangat & harapan di matanya , "kelak suatu saat anakku harus menjadi seorang yang sukses". Tidak pernah bosan-bosannya, ia mengajariku mata pelajaran yang tidak kumengerti. Ia begitu semangat memeriksa buku PR & agendaku. Mengingatkanku jika aku lupa mengerjakan tugas-tugas yang ada. Ketika ujian, ia orang yang selalu menemaniku belajar hingga larut malam. Itu ia kerjakan mulai aku duduk di taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Ia memujiku ketika PR dan hasil ujianku mendapatkan nilai 8 hingga 10. Di lain sisi, ia sedih jika melihatku mendapatkan nilai yang buruk. Semuanya itu ia kerjakan dengan setia dan penuh kasih tanpa mengabaikan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.

Ia orang yang sangat berjasa membawaku bertemu Tuhan. Ia selalu membangunkanku setiap minggu untuk pergi ke gereja / Sekolah Minggu. Jika aku malas bangun atau mulai terlambat ke gereja, ia yang menegur dan memarahiku. Ia berkata harus rajin-rajin ke sekolah minggu supaya tambah pinter di sekolah. Beberapa kali juga mama ikut menghadiri ibadah natal di gereja. Tiap tahun aku berdoa agar ia mau melunakkan hatinya dan percaya kepada Tuhan. Tapi nampaknya Tuhan belum menjawabnya ...

TOK TOK TOK ...

Aku tersadar dari lamunanku. Pintu terbuka. Ternyata mama yang masuk. Tampaknya ia begitu lelah. Tugas rumah sebagian besar, mama yang mengerjakannya. Bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan bekal, buat makan pagi/siang/malam, sapu, ngepel, cuci piring, cuci baju, jemur baju, beresin rumah ia yang mengerjakannya sepanjang hari. Kuperhatikan badannya, sudah tidak tegap lagi. Badannya mulai lemas dan sedikit lesu. "Mungkin akibat dari penyakitnya", pikirku. Ketika aku tahu mama menderita sakit yang cukup menyiksanya, aku sedih. Hal ini terus menerus menggangu pikiran & emosiku. Tanpa lelah aku berusaha membujuknya konsultasi ke dokter, walaupun beliau takut akan hasilnya. Tiap hari aku berdoa, berdoa tanpa lelah, memohon pada Allah yang Maha Kuasa untuk bisa memberikan kekuatan & kesehatan kembali pada mama. Tak tega rasanya melihat seorang Ibu yang sudah merawatku selama 23 tahun terbaring lemas, tertunduk lesu dan seakan-akan hidupnya pun tidak ada pengharapan lagi. Aku berdoa padaNya, " Tuhan, jangan ambil mama, aku belum siap untuk itu. Kami belum siap... Dia belum percaya padaMu. Ambil saja aku, jangan mamaku". Di tengah-tengah kebimbangan dan ketidakpastian aku berdoa dan berharap yang terbaik untuknya ...

====================================================================

Postingan di atas aku tulis pada 19 September 2010 di tengah-tengah kondisi mama yang pada saat itu memang lagi lemah dan sakit. Tapi puji Tuhan kini, mama sudah perlahan-lahan pulih. Sejauh ini tidak tampak gejala-gejala penyakitnya yang terkadang membuatku cemas & mengkhawatirkannya. Aku percaya itu pun karena ada campur tangan Tuhan. Doaku selama ini tidak sia-sia. Thanks God.

Aku tersenyum ketika melihatnya tersenyum.

Aku suka melihat senyumannya. Senyuman yang sama yang diperlihatkannya padaku 23 tahun yang lalu. Senyuman yang menggambarkan jerih payahnya, sukacita dan perjuangan menjadi seorang Ibu yang membesarkan anak-anaknya hingga kini.

Senyuman seorang malaikat.

Senyuman seorang mama.

Friday, May 6, 2011

Convert Oracle Database from Enterprise Edition to Standard Edition

Selamat malam blogger,

Kali ini saya akan sedikit membagikan pengalaman dan sedikit pengetahuan mengenai Oracle database. Mungkin ga terlalu berguna dan membingungkan, tapi yah dinikmati saja, sapa tau suatu saat berguna hehe..

Let's begin !

Oracle database memiliki 5 edisi. Masing-masing edisi ini terdiri atas :

- Oracle Enterprise Edition:
Enterprise Edition adalah versi full dari Oracle Database Server, digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan kemampuan lebih dari 4 processor. Pilihan-pilihan seperti RAC, Partitioning, Spatial, dsb bisa dibeli terpisah untuk menunjang fungsionalitas database.

- Oracle Standard Edition:
Standard Edition digunakan oleh bisnis dan perusahaan dengan skala lebih kecil. Database options seperti Data Guard, Partitioning, Spatial, dsb. tidak available pada Standard Edition (mulai Oracle 10g RAC bisa digunakan dengan Standard Edition). Standard Edition hanya bisa digunakan pada server dengan maksimum 4 prosesor.

- Oracle Standard Edition One:
Standard Edition One adalah versi low cost, entry-level dari Oracle Standard Edition database server dimana hanya bisa digunakan pada server dengan maksimum 2 prosesor dan Windows platform.

- Oracle Personal Edition:
Personal Edition adalah single user version dari database server. Kurang lebih sama dengan Enterprise Edition, tapi tidak support advanced options seperti RAC, Streams, XMLDB, dsb.

- Oracle XE:
Express Edition (XE) adalah versi free Oracle database server. Oracle XE hanya bisa digunakan pada single processor. Hanya bisa menampung 4 GB data & 1 GB memory.

Untuk melihat perbedaan secara detil antara Enterprise, Standard dan Personal Edition pada Metalink :
-  Note 112591.1 Differences Between Enterprise, Standard and Personal Editions on Oracle 8.1
-  Note 161556.1 Differences between Oracle9i Personal, Standard and Enterprise on NT/2000
-  Note 269040.1 Differences Between Enterprise, Standard and Personal Editions on Oracle 9.2
-  Note 271886.1 Differences Between Different Editions of Oracle Database 10G
-  Note 465465.1 Differences Between Enterprise, Standard and Personal Editions on Oracle 10.2
-  Note 465460.1 Differences Between Enterprise, Standard and Personal Editions on Oracle 11.1

Jika sewaktu-waktu kita ingin merubah / upgrade / convert Oracle database Standard Edition ke Enterprise Edition, maka langkah-langkah yang dibutuhkan cukup mudah :
1.       1. Backup database, dapat menggunakan RMAN atau tar -cvf  pada folder /u01
2.       2. Shutdown database
3.       3. Uninstall SE software dengan masuk ke $ORACLE_HOME/oui/bin dan menjalankan runInstaller
4.       4. Pilih Deinstall Product. Kemudian centang semua dan tekan REMOVE.
5. Proses uninstall akan berjalan, tunggu hingga 100%. Walaupun diuninstall, folder oradata masih ada beserta datafile,redolog,controlfile-nya. Folder OracleHome masih ada tapi cuma ada folder ctx,dbs,lib dan log. Folder $ORACLE_BASE/admin masih ada beserta alert dan tracefilenya. Folder Flash_recovery_area masih ada beserta archivelognya. Folder OraInventory masih ada beserta isinya.
6.       6. Masuk ke CD Oracle dan jalankan runInstaller. Pilih Enterprise Edition. Jangan centang create database karena sudah ada. Sesuaikan dengan ORACLE_HOME yang sebelumnya. Akan muncul warning kalau ORACLE_HOME ini sudah ada isinya berupa file-file sisa remove Deinstall Product tadi, pilih YES untuk lanjut.
7 7  7. Proses install software akan berlanjut. Nanti kita diminta untuk menjalankan script sebagai user root. Sewaktu script berjalan, ketik ‘y’ untuk menkonfirmasi perubahan yang ada. Gunakan ORACLE_SID yang sudah ada sebelumnya.
8.       8. Startup database
9.       9. Masuk ke ?/rdbms/admin dan jalankan catalog.sql & catproc.sql scripts di sqlplus.
10.    10. Restart database dan pastikan versinya sudah berubah menjadi Enterprise Edition (EE).


Sekarang muncul pertanyaan : “Bagaimana dengan convert / downgrade dari Enterprise Edition ke Standard Edition ?” . Cukup mudah dan ini solusi yang sangat disarankan baik oleh Metalink maupun khalayak dunia DBA Oracle. Berikut adalah langkah-langkahnya :
1.       1. Backup database, dapat menggunakan RMAN atau tar -cvf  pada folder /u01
2.       2. Lakukan Export database yang akan diconvert  (Enterprise Edition)
3.    3. Uninstall software dan database Oracle yang Enterprise Edition. Masuk ke sqlplus dan ketik DROP DATABASE untuk menghapus database. Kemudian Uninstall EE software dengan masuk ke $ORACLE_HOME/oui/bin dan menjalankan runInstaller.
4.       4. Pilih Deinstall Product. Kemudian centang semua dan tekan REMOVE.
5.       5. Delete semua isi direktori /u01 maupun direktori yang berisi datafile Oracle.
6. Jalankan runInstaller dari CD Oracle. Install baru baik software dan database Oracle. Pilih Standard Edition (tidak ada cara lain). Samakan ORACLE_SID dan ORACLE_HOMEnya.
7 Startup database
8.       8. Masuk ke ?/rdbms/admin dan jalankan catalog.sql & catproc.sql scripts di sqlplus
9.       9. Import database dari hasil export sebelumnya.
 10  10. Drop cascade semua schema yang berkaitan dengan fitur Enterprise Edition seperti MDSYS
11.   11. Restart database dan pastikan data yang sebelumnya sama dengan di database yang baru ini.

Se      Semoga bermanfaat